Minggu, 26 Mei 2013

cara mengetahui kadar Vitamin C pada bahang pangan



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.
Vitamin C dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular.
Vitamin merupakan komponen penting dalam suatu bahan, khususnya bahan pangan karena kandungannya menentukan nilai nutrisi dari bahan tersebut. Vitamin ini dalam proses metabolism dapat berperan sebagai koenzim  dan lainnya.
Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.
Tujuan :
1.    Untuk mengetahui vitamin C yang terdapat pada beberapa bahan makanan
2.    Untuk menghasil aneka warna dari beberapa kombinasi tetean yang digunakan










BAB II
TINJAUAN  PUSTAKA

Vitamin C dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular. Vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.
Vitamin merupakan nutrient organic yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimia dan yang umumyan tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin yang larut dalam air, seluruhnya diberi symbol anggota B komplek (kecuali vitamin C) dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut  abjad (A, D, E, K). Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksitas didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin .
Vitamin C sejenis protein (struktur kolagen) yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan. Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing.Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.
Berdasarkan sifat fisiknya vitamin ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B dan vitamin C.
b. Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K
Sifat dari vitamin C adalah :
a. Mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter
b. Tidak tahan terhadapap pemanasan
c. Dalam suasan stabil dan kondisi basa dan netral mudah rusak
Vitamin C mempunyai fungsi di dalam tubuh, diantaranya adalah :Sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan reduksinya dan bertindak sebagai anti oksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi. Beberapa turunan vitamin C (seperti asam eritrobik dan askorbik palmitat) di gunakan sebagai anti oksidan di dalam industry pangan untuk mencegah proses menjadi tengik, perubahan warna pada buah-buahan dan untuk mengawetkan daging. Serta Banyak proses metabolisme di pengaruhi oleh asam askorbat, namun mekanismenya belum di ketahui dengan pasti.
















  

  
 BAB III
METODOLOGI PENGAMATAN


Waktu dan Tempat
Praktikum Fidiologi Hewan Air dilaksanakan pada hari       pada pukul      wib        sampai dengan pukul         wib, di Laboratorium Pertanian UNISI.

Alat     :
1.    Gelas plastik 8 buah
2.    Sendok
3.    Pipet tetes
4.    Gelas ukur

Bahan             :
1.    Aquades
2.    Povidone iodine (obat luka Betadine)
3.    Bahan pangan yang diambil dari sari buah asli :         - Tomat
                                                                                   - Nanas
                                                                                   -  Jeruk
                                                                                   -  Tebu
                                                                                   -  Semangka
Cara Kerja I :
1.    Siapkan gelas, sendok dan pipet sebanyak jumlah bahan yang akan diuji
2.    Isi gelas dengan air dari bahan pangan sebanyak 20ml yang sebelumnya diukur terlebuh dahulu menggunakan gelas ukur.
3.    Teteskan Povidone iodine sebanyak 10 tetes ke masing-masing gelas yang berisi bahan pangan.
4.    Lanjutkan dengan mencatat hasil perubahan warna yang terjadi pada masing-masing gelas berisi bahan pangan.
Cara Kerja II :
1.    Siapkan gelas, sendok dan pipet sebanyak jumlah bahan yang akan diuji
2.    Isi gelas dengan air dari bahan pangan sebanyak 20ml yang sebelumnya diukur terlebih dahulu menggunakan gelas ukur.
3.    Teteskan aquades ke masing-masing gelas yang berisi bahan pangan sebanyak 20 tetes.
4.    Teteskan povidone iodine ke masing-masing gelas yang berisi bahan pangan sampai bahan pangan tersebuut mengalami perubahan warna.
5.    Lanjutkan dengan mencatat hasil perubahan warnayang terjadi pada masing-masing gelas yang berisi bahan pangan.
Hasil Pengamatan :
-       Laporan Pengamatan I

No
Bahan yang Diuji
Jumlah Tetesan Povidone Iodine
Jumlah Bahan Pangan
Perubahan Warna yang Terjadi
1
 Tomat
10 tetes
20 ml
Mengeruh/Agak Hitam
2
Nanas
10 tetes
20 ml
Bening
3
Jeruk
10 tetes
20 ml
Bening
4
Tebu
10 tetes
20 ml
Mengeruh
5
Semangka
10 tetes
20 ml
Hitam

Ulasan Pengamatan :
Semakin membening warna bahan pangan yang ditetesi povidone iodine maka jumlah Vitamin C yang dimiliki oleh bahan pangan tersebut adalah besar atau banyak sedangkan bahan pangan yang perubahan warnanya menjadi hitam atau mengeruh maka jumlah Vitamin C yang dimiliki oleh bahan pangan tersebut adalah kecil atau sedikit.  Dan bahan pangan yang mengandung banyakVitamin C adalah Nanas dan Jeruk .

-       Laporan Pengamatan II

No
Bahan yang Diuji
Jumlah Tetesan
Warna Cairan
Aquades
Povidone Iodine
Bahan Pangan (ml)
1
Tomat
20 tetes
8 tetes
20 ml
Mengeruh
2
Nanas
20 tetes
15 tetes
20 ml
Bening
3
Jeruk
20 tetes
15 tetes
20 ml
Bening
4
Tebu
20 tetes
5 tetes
20 ml
Mengeruh
5
Semangka
20 tetes
8 tetes
20 ml
Mengeruh

Ulasan Pengamatan :
Semakin banyak jumlah tetesan povidone iodine yang diberikan ke bahan pangan yang mengandung banyak Vitamin C maka akan semakin membening warna dari bahan pangan tersebut. Sedangkan bila sedikit saja diberikan tetesan povidone iodine dan bahan pangan tersebut mengeruh artinya sedikitlah jumlah Vitamin C yang terkandung dalam bahan pangan tersebut. Kesimpulannya Vitamin C mampu mengikat banyak povidone iodine sehingga tidak terjadi kekeruhan dibahan pangan, sebaliknya bahan pangan yang tidak atau sedikit mempunyai Vitamin C maka akan sulit untuk mengikat povidone iodine sehingga terjadilah kekeruhan pada bahan pangan.


BAB IV
PENUTUP


Kesimpulan

Povidone Iodine merupakan bahan yang dapat dijadikan bahan uji untuk menguji suatu bahan tersebut mengandung Vitamin C ada atau tidak. Bila bahan pangan tertentu diteteskan Povidone Iodine dan bahan tersebut berubah warna menjadi keruh atau gelap maka bahan tersebut mengandung sedikt atau tidak sama sekali mengandung Vitamin C, sebaliknya bila bahan pangan tersebut berubah warna menjadi bening maka bahan pangan tersebut banyak atau ada mengandung Vitamin C.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar