Sawatdee khrap 🙏 Assalamualaikum, hai weekend!!! 👋
saidzulkifli
Jumat, 01 Mei 2015
Minggu, 26 Mei 2013
cara mengetahui kadar Vitamin C pada bahang pangan
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.
Vitamin C dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam
askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular.
Vitamin
merupakan komponen penting dalam suatu bahan, khususnya bahan pangan karena
kandungannya menentukan nilai nutrisi dari bahan tersebut. Vitamin ini dalam
proses metabolism dapat berperan sebagai koenzim dan lainnya.
Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan
mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.
Tujuan :
1. Untuk mengetahui vitamin C yang terdapat pada beberapa
bahan makanan
2.
Untuk menghasil
aneka warna dari beberapa kombinasi tetean yang digunakan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Vitamin C dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya
yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk
golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal
berbagai radikal bebas ekstraselular. Vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan
penting dalam menangkal berbagai penyakit.
Vitamin merupakan nutrient organic yang
dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimia dan yang umumyan
tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin yang
larut dalam air, seluruhnya diberi symbol anggota B komplek (kecuali vitamin C)
dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut abjad (A, D, E, K). Vitamin yang larut dalam
air tidak pernah dalam keadaan toksitas didalam tubuh karena kelebihan vitamin
ini akan dikeluarkan melalui urin .
Vitamin C sejenis protein (struktur kolagen) yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang
rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat
menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil,
dan luka ringan. Kebutuhan
vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan
hidup masing-masing.Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin,
antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan
25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan
berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.
Berdasarkan sifat fisiknya vitamin ini dapat
dikelompokkan menjadi :
a. Vitamin
yang larut dalam air seperti vitamin B dan vitamin C.
b. Vitamin
yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K
Sifat dari vitamin C adalah :
a. Mudah
larut dalam air dan tidak larut dalam eter
b. Tidak
tahan terhadapap pemanasan
c. Dalam
suasan stabil dan kondisi basa dan netral mudah rusak
Vitamin C mempunyai fungsi di dalam tubuh, diantaranya adalah :Sebagai
koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan
reduksinya dan bertindak sebagai anti oksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi.
Beberapa turunan vitamin C (seperti asam eritrobik dan askorbik palmitat) di
gunakan sebagai anti oksidan di dalam industry pangan untuk mencegah proses
menjadi tengik, perubahan warna pada buah-buahan dan untuk mengawetkan daging. Serta
Banyak proses metabolisme di pengaruhi oleh asam askorbat, namun mekanismenya
belum di ketahui dengan pasti.
BAB III
METODOLOGI PENGAMATAN
Waktu dan
Tempat
Praktikum Fidiologi Hewan Air dilaksanakan pada hari pada pukul wib
sampai dengan pukul wib,
di Laboratorium Pertanian UNISI.
Alat :
1. Gelas plastik 8 buah
2. Sendok
3. Pipet tetes
4. Gelas ukur
Bahan :
1. Aquades
2. Povidone iodine (obat luka Betadine)
3. Bahan pangan yang diambil dari sari buah asli : - Tomat
- Nanas
-
Jeruk
-
Tebu
-
Semangka
Cara Kerja I :
1. Siapkan gelas, sendok dan pipet sebanyak jumlah bahan
yang akan diuji
2.
Isi gelas dengan
air dari bahan pangan sebanyak 20ml yang sebelumnya diukur terlebuh dahulu menggunakan
gelas ukur.
3.
Teteskan Povidone
iodine sebanyak 10 tetes ke masing-masing gelas yang berisi bahan pangan.
4.
Lanjutkan dengan
mencatat hasil perubahan warna yang terjadi pada masing-masing gelas berisi
bahan pangan.
Cara Kerja II
:
1. Siapkan gelas, sendok dan pipet sebanyak jumlah bahan
yang akan diuji
2. Isi gelas dengan air dari bahan pangan sebanyak 20ml yang
sebelumnya diukur terlebih dahulu menggunakan gelas ukur.
3. Teteskan aquades ke masing-masing gelas yang berisi bahan
pangan sebanyak 20 tetes.
4. Teteskan povidone iodine ke masing-masing gelas yang
berisi bahan pangan sampai bahan pangan tersebuut mengalami perubahan warna.
5.
Lanjutkan dengan
mencatat hasil perubahan warnayang terjadi pada masing-masing gelas yang berisi
bahan pangan.
Hasil
Pengamatan :
-
Laporan Pengamatan I
|
No
|
Bahan yang Diuji
|
Jumlah Tetesan Povidone
Iodine
|
Jumlah Bahan Pangan
|
Perubahan Warna yang Terjadi
|
|
1
|
Tomat
|
10 tetes
|
20 ml
|
Mengeruh/Agak Hitam
|
|
2
|
Nanas
|
10 tetes
|
20 ml
|
Bening
|
|
3
|
Jeruk
|
10 tetes
|
20 ml
|
Bening
|
|
4
|
Tebu
|
10 tetes
|
20 ml
|
Mengeruh
|
|
5
|
Semangka
|
10 tetes
|
20 ml
|
Hitam
|
Ulasan
Pengamatan :
Semakin membening warna bahan pangan yang ditetesi
povidone iodine maka jumlah Vitamin C yang dimiliki oleh bahan pangan tersebut
adalah besar atau banyak sedangkan bahan pangan yang perubahan warnanya menjadi
hitam atau mengeruh maka jumlah Vitamin C yang dimiliki oleh bahan pangan
tersebut adalah kecil atau sedikit. Dan
bahan pangan yang mengandung banyakVitamin C adalah Nanas dan Jeruk .
-
Laporan Pengamatan II
|
No
|
Bahan yang Diuji
|
Jumlah Tetesan
|
Warna Cairan
|
||
|
Aquades
|
Povidone Iodine
|
Bahan Pangan (ml)
|
|||
|
1
|
Tomat
|
20 tetes
|
8 tetes
|
20 ml
|
Mengeruh
|
|
2
|
Nanas
|
20 tetes
|
15 tetes
|
20 ml
|
Bening
|
|
3
|
Jeruk
|
20 tetes
|
15 tetes
|
20 ml
|
Bening
|
|
4
|
Tebu
|
20 tetes
|
5 tetes
|
20 ml
|
Mengeruh
|
|
5
|
Semangka
|
20 tetes
|
8 tetes
|
20 ml
|
Mengeruh
|
Ulasan
Pengamatan :
Semakin banyak jumlah tetesan povidone iodine yang
diberikan ke bahan pangan yang mengandung banyak Vitamin C maka akan semakin
membening warna dari bahan pangan tersebut. Sedangkan bila sedikit saja
diberikan tetesan povidone iodine dan bahan pangan tersebut mengeruh artinya
sedikitlah jumlah Vitamin C yang terkandung dalam bahan pangan tersebut.
Kesimpulannya Vitamin C mampu mengikat banyak povidone iodine sehingga tidak
terjadi kekeruhan dibahan pangan, sebaliknya bahan pangan yang tidak atau
sedikit mempunyai Vitamin C maka akan sulit untuk mengikat povidone iodine
sehingga terjadilah kekeruhan pada bahan pangan.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Povidone Iodine merupakan bahan yang dapat dijadikan
bahan uji untuk menguji suatu bahan tersebut mengandung Vitamin C ada atau
tidak. Bila bahan pangan tertentu diteteskan Povidone Iodine dan bahan tersebut
berubah warna menjadi keruh atau gelap maka bahan tersebut mengandung sedikt
atau tidak sama sekali mengandung Vitamin C, sebaliknya bila bahan pangan
tersebut berubah warna menjadi bening maka bahan pangan tersebut banyak atau
ada mengandung Vitamin C.
Langganan:
Komentar (Atom)